Bupati Dharmasraya terpilih, Annisa Suci Ramadhani, mengungkapkan bahwa pemerintahan daerah akan menghadapi tantangan baru terkait pemangkasan anggaran yang diberlakukan oleh pemerintah pusat. Pemangkasan anggaran ini, menurut Annisa, memaksa pemerintah daerah untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pendapatan baru.
"Kami akan berfokus pada transformasi penggunaan anggaran. Selain tetap berkomunikasi dengan pemerintah pusat mengenai kebutuhan pembangunan daerah, efisiensi anggaran yang dilakukan akan memaksa pemerintah daerah untuk merombak prioritas," ujar Annisa.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur fisik, seperti jalan dan jembatan, harus mempertimbangkan dampak sosial ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, prioritas penerima manfaat harus dipertimbangkan dengan matang.
Di tengah efisiensi anggaran, Annisa menekankan pentingnya meningkatkan potensi penerimaan daerah. Salah satunya adalah melalui pemberdayaan sektor pertanian dan UMKM. "Jika program makan siang gratis dimanfaatkan dengan baik, itu akan berdampak positif pada pertanian dan UMKM," tambahnya.
Selain itu, Annisa juga mengusulkan pembangunan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti PDAM, serta BUMD di sektor tambang dan kelapa sawit, yang saat ini belum ada di Dharmasraya. Dengan pengelolaan yang baik, BUMD diharapkan dapat memberikan kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Annisa menegaskan bahwa jika BUMD dikelola dengan serius, keuntungannya dapat digunakan untuk menutupi biaya pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Dharmasraya memiliki berbagai komoditas potensial, seperti kelapa sawit, gabah padi, serta sumber daya alam lainnya, yang selama ini belum dikelola secara optimal.
**Pertemuan Tim Transisi dengan Bupati Dharmasraya**
Pada Selasa, 11 Februari 2025, Bupati Dharmasraya terpilih, Annisa Suci Ramadhani, bersama Wakil Bupati Leliarni, bertemu dengan Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas persiapan pemerintahan baru, dengan tim transisi berperan dalam memastikan kelancaran peralihan kepemimpinan dan penyusunan program-program prioritas.
Ketua tim transisi, Ir Mukhlis MMT, menjelaskan bahwa tim ini telah bekerja selama sebulan untuk menginventarisasi program-program yang sedang berjalan dan menyusun rekomendasi strategis. Fokus utamanya adalah perencanaan ulang infrastruktur, pendataan fasilitas publik yang rusak, dan memastikan kesiapan program Makan Siang Gratis untuk mendongkrak ekonomi masyarakat.
Mukhlis juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi oleh pemerintahan baru, terutama terkait dengan pemangkasan anggaran yang signifikan dari pemerintah pusat. "Pemangkasan anggaran untuk pembangunan fisik di Dharmasraya mencapai sekitar Rp58 miliar. Kami mencari solusi agar postur anggaran tetap berpihak pada masyarakat," ujar Mukhlis.
Bupati Sutan Riska mendukung penuh program-program yang akan dijalankan oleh Annisa-Leli. "Program-program mereka sangat inovatif dan dapat membawa kemajuan bagi Dharmasraya. Saya siap membantu jika dibutuhkan," kata Sutan Riska, yang juga meminta masyarakat Dharmasraya untuk bersama-sama mendukung pemerintahan yang baru.
Sumber Berita: https://langgam.id/anggaran-dipangkas-ini-rencana-bupati-dharmasraya-terpilih-annisa-suci-ramadhani-saat-menjabat/