Banjir yang melanda Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat sejak Kamis malam, 20 Februari 2025, terus mendapatkan perhatian. Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Dharmasraya segera mendirikan posko darurat dan dapur umum untuk membantu warga terdampak.
Menurut laporan PMI, hingga Jumat malam, 21 Februari 2025, beberapa wilayah telah mulai surut, meski hujan terus mengguyur. Banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi yang membuat Sungai Batang Timpeh meluap, merendam pemukiman warga dan fasilitas umum, termasuk masjid. Dampak banjir melibatkan satu nagari utama, Nagari Tabek, yang mencatatkan sekitar 562 jiwa terdampak.
Beberapa jorong yang terendam adalah Jorong Tabek Maju, Jorong Tabek Jaya, Jorong Lubuk Pendo, Jorong Pinang Jaya, dan Jorong Sumber Makmur. PMI bersama pemerintah setempat segera bertindak setelah menerima informasi pada Jumat dini hari, dengan melakukan koordinasi, asesmen korban, dan menyediakan pertolongan pertama serta layanan ambulans.
PMI juga mendirikan tenda posko dan dapur umum dengan bantuan TAGANA untuk memenuhi kebutuhan pengungsi. Tim relawan PMI, yang terdiri dari tujuh personel dan kendaraan ambulans, terus bekerja di lapangan untuk mendistribusikan bantuan. Beberapa kebutuhan mendesak yang teridentifikasi adalah tambahan kendaraan untuk evakuasi, masker untuk warga, serta tenda barak untuk tempat tinggal sementara.
Dengan air yang mulai surut, fokus utama kini adalah evakuasi warga dan penyediaan logistik. PMI mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan tim di lapangan. Untuk informasi lebih lanjut, PMI Dharmasraya dapat dihubungi di +62856-5852-1905.
Sumber: https://padang.pikiran-rakyat.com/berita/pr-2259087800/update-penanganan-banjir-di-timpeh-dharmasraya-sumatera-barat-pmi-dirikan-posko-dan-dapur-umum